TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 744 kali.
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

Komisi II Bahas Harga Bahan Pokok

Tebarberita.id, Samarinda – Komisi II DPRD Kota Samarinda melakukan rapat dengar pendapat mengenai bahan pokok penting dan lainnya, pertemuan digelar di Ruang Rapat Paripurna, Kamis (7/7/2022). Rapat dipimpin Fahruddin dan sejumlah Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda lainnya.

Tindak lanjut hasil bahan kebutuhan pokok dan penting menjelang hari Raya Idul Adha 1443 H, serta tindak lanjut menyikapi ada beberapa harga komoditi melunjak naik.

Ada beberapa lonjakan harga di pasaran seperti:

  1. Daging sapi semula Rp 130.000,- /kg saat ini menembus harga Rp 160.000,- bahkan disaat hari Raya Idul Fitri tembus harga Rp 175.000 s/d Rp 185.000/kg
  2. Ayam potong dan ayam petelur jumbo berbulu putih rata rata naik sejak hari Raya Idul Fitri 1443 H s/d menjelang hari Raya Idul Adha 1443 H rata di pasar harga ayam Rp 55.000,- s/d Rp 60.000,-/ ekor dan Rp 140.000 s/d Rp 150.000,-/ ekor
  3. Harga cabe rawit, cabe tiung, cabe kering dan merah menembus harga Rp 100.000,-/ kg bahkan lebih
  4. Harga tomat saat ini Rp 20.000,- s/d Rp 25.000/ kg biasanya hanya Rp 10.000,- s/d Rp 13.000/ kg
  5. Bawang merah yang tidak super (kecil, sedang) harganya Rp 60.000,-

Berkaitan dengan lonjaknya daging sapi pemotongan di RPH konsumsi di RPH itu lebih sedikit di bandingkan dengan untuk kebutuhan hewan kurban, di karenakan di RPH (Rumah Potong) itu lebih murah hingga keuntungan yg lebih pada pedangan penjelasan dari Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, regulasinya terlalu panjang untuk mencegah penyakit Mulut dan kuku (PMK).

Dari daerah pemasok Sulawesi dan Jawa ke Samarinda banyak yg gagal panen, oleh penyakit cabe yg menyebab harga cabai melonjak hasil pertanian cabe di samarinda tidak mencukupi untuk kebutuhan Samarinda karena masih tergantungan dari daerah lain. Maka solusi yg di sarankan oleh marnabas subsidi dari pemerintah untuk memberikan bibit cabai untuk petani atau kampung KB / komunitas masyarakat, seperti yg pernah di lakukan BI oleh beberapa waktu yg lalu agar harga cabai stabil seperti hari hari besar. Peran varian niaga sangat berperan untuk menjembatani dalam be to be, termasuk LPG. (Adv)

Related posts

Disdikbud Kutim Fokus Identifikasi Perencanaan Basis Data Satuan Pendidikan

admin

Tak Ingin Masyarakat Adat Terusir di Tanah Sendiri

admin

Banggar DPRD Kaltim Ingatkan Pemkab Kutim

admin