TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 648 kali.
NEWS

Diduga Terlibat Kasus Jeffrey Epstein, Anggota Kongres AS Akan Panggil Sejumlah Orang

TEBARBERITA.ID – Anggota Kongres Amerika Serikat Nancy Mace menyatakan telah mengidentifikasi sejumlah nama yang ingin dipanggil untuk bersaksi setelah meninjau dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein yang sebelumnya disensor. Pernyataan itu muncul setelah beberapa anggota Kongres mengungkap adanya nama-nama tambahan dalam versi dokumen yang lebih lengkap.

Mace mengungkapkan bahwa dirinya mencatat sejumlah individu yang dinilai perlu diperiksa lebih lanjut, terutama mereka yang belum pernah diselidiki atau dimintai pertanggungjawaban.

“Saya mencatat banyak hal. Saya melihat banyak nama,” kata politisi Partai Republik dari Carolina Selatan itu dalam penampilannya pada Selasa di acara “Katie Pavlich Tonight.” “Saya ingin meninjau dokumen orang-orang yang belum ditangkap atau diselidiki. Banyak informasi itu masih disensor.”

Pernyataan tersebut disampaikan setelah anggota Kongres dari Partai Demokrat Ro Khanna sebelumnya membacakan enam nama yang sempat disensor dalam dokumen kasus tersebut. Selain itu, anggota Kongres dari Partai Republik Thomas Massie juga menyatakan bahwa ia dan Khanna menemukan sedikitnya enam pria yang “kemungkinan terindikasi terlibat” dalam versi dokumen yang tidak disensor.

Meski demikian, disebutkan bahwa pencantuman nama dalam dokumen Epstein tidak secara otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana. Hingga kini, hanya Ghislaine Maxwell yang telah didakwa secara pidana terkait jaringan Epstein.

Dalam peninjauannya, Mace juga mengaku menemukan nama sejumlah perempuan dewasa yang diduga berperan sebagai perekrut korban bagi Epstein.

Nama-nama tersebut adalah “perempuan dewasa yang merekrut perempuan muda dan kemungkinan individu di bawah umur untuk diberikan kepada Jeffrey Epstein,” ujarnya.
“Perilaku yang benar-benar menjijikkan. Ini adalah orang-orang yang ingin saya panggil, bersaksi, dan menjawab pertanyaan yang sangat sulit.”

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap korban, khususnya anak di bawah umur, agar identitas mereka tidak tersebar luas.

“Saya sangat khawatir, sebagai seorang penyintas, tentang melindungi informasi pribadi, nama anak-anak di bawah umur dari beberapa perempuan ini yang telah dipublikasikan. Ini juga mempermalukan korban. Ini adalah victim shaming,” kata Mace.

Mace turut menanggapi munculnya nama Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam dokumen tersebut, yang diketahui pernah bertemu Epstein. Namun, ia menegaskan belum menemukan bukti pelanggaran hukum yang dilakukan Lutnick.

“Saya belum melihat bukti bahwa ia melakukan sesuatu yang salah,” ujarnya. “Anda tidak seharusnya dipecat hanya karena dengan siapa Anda makan siang. Tetapi saya mempertanyakan orang-orang yang tidak jujur atau tidak terbuka sejak awal kepada publik Amerika.”

Ia juga menyoroti banyaknya tokoh berpengaruh yang disebut memiliki hubungan sosial dengan Epstein, meskipun belum tentu melakukan pelanggaran hukum.

“Saya melihat beberapa nama di sana, orang-orang yang tidak pernah saya bayangkan akan muncul dalam dokumen tersebut, yang menjadwalkan makan siang atau pertemuan dengan seorang pedofil yang telah dihukum. Mungkin tidak melakukan sesuatu yang salah, tetapi tetap saja menimbulkan pertanyaan, ‘Mengapa semua orang ini, yang kaya, berkuasa, dan terkenal, termasuk dari Hollywood dan lainnya, melakukan hal ini?’”(*)

 

Related posts

Bersiap Tampil di Ajang Nasional

admin

Arah Kebijakan Global Washington Berubah, Trump Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional

admin

Mahasiswa Kembangkan Perangkap Ikan Otomatis Tenaga Surya untuk Nelayan Pesisir

admin