Samarinda, Tebarberita.id – Sebanyak 197 santri dan santriwati dari 29 unit ambil bagian dalam Khotmil Qur’an Massal ke-IV tingkat Kecamatan Samarinda Utara yang berlangsung di Masjid Nurul Hidayah, Tanah Merah, Minggu (15/2/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini.
Direktur LPPTKA – DPW BKPRMI Kalimantan Timur, Muhammad Solekhin, M.Pd, yang hadir mewakili Ketua Umum DPW BKPRMI Kalimantan Timur, H. Akhmed Reza Fahclevi, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pemandangan ratusan santri yang bersama-sama membaca Al-Qur’an merupakan gambaran harapan di tengah tantangan zaman.
“Kehadiran 197 santri-santriwati yang duduk bersama membaca ayat-ayat Allah adalah pemandangan yang menyejukkan hati. Di tengah tantangan zaman yang begitu kompleks, mereka memilih duduk bersama mushaf. Itu adalah kemuliaan,” ujar Muhammad Solekhin dalam sambutannya.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Samarinda Utara Muhammad Joni, SE, alim ulama, tokoh masyarakat, pembina TKA/TPA, ustadz dan ustadzah, serta orang tua santri. Menurut Solekhin, kehadiran unsur pemerintah di tengah kegiatan keagamaan tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pembinaan moral dan spiritual generasi muda.
“Ketika pemimpin wilayah hadir membersamai anak-anak yang khatam Al-Qur’an, itu adalah pesan kuat bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan iman dan akhlak,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa khatam Al-Qur’an bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk terus menjaga hubungan dengan kitab suci tersebut, baik melalui bacaan, hafalan, maupun pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk diselesaikan, tetapi untuk dijaga—bacaan, hafalan, dan terutama pengamalannya. Jadikan Al-Qur’an sebagai kompas hidup,” katanya.
Solekhin juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah mendukung proses pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak mereka. Ia menegaskan bahwa setiap upaya yang dilakukan dalam mendampingi anak belajar Al-Qur’an memiliki nilai pahala yang berkelanjutan.
“Setiap huruf yang dibaca anak-anak kita, pahalanya mengalir juga kepada orang tuanya,” ujarnya.
Selain itu, ia memberikan penghormatan khusus kepada para ustadz dan ustadzah TKA/TPA yang dinilainya berperan penting dalam membentuk fondasi generasi masa depan melalui pendidikan Al-Qur’an.
“Apa yang antum tanam hari ini adalah benih peradaban masa depan,” kata Solekhin.
Ia berharap kegiatan Khotmil Qur’an Massal ini menjadi titik awal penguatan karakter Qur’ani di wilayah Samarinda Utara dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Semoga dari 197 anak ini lahir generasi yang cerdas, berakhlak mulia, mencintai masjid, dan kelak menjadi pemimpin yang membawa keberkahan bagi daerah, bangsa, dan agama,” pungkasnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar Samarinda Utara dikenal bukan hanya melalui kemajuan pembangunan fisik, tetapi juga karena kokohnya nilai keimanan yang tumbuh di tengah masyarakat.(*)
